Ngantor di Kecamatan Gading, Bupati Haris dan Wabup Fahmi Serap Aspirasi Warga untuk Percepatan Pembangunan

Redaksi | News
oleh

Probolinggo.kliksurabaya.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus memperkuat pendekatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat melalui program Ngantor di Kecamatan. Kali ini, Kecamatan Gading menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ, Senin (29/6/2026).

Program yang telah berjalan hampir satu tahun tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan setiap persoalan di desa dapat ditangani berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Selain berdialog dengan pemerintah desa dan masyarakat, jajaran Pemkab Probolinggo juga meninjau berbagai sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pemberdayaan UMKM, pendidikan, pertanian hingga destinasi wisata yang berpotensi dikembangkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimka, kepala desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat Kecamatan Gading. Selanjutnya rombongan mengunjungi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan bagi masyarakat sebagai bentuk peningkatan akses pelayanan kesehatan.

Agenda kemudian berlanjut dengan dialog bersama seluruh kepala desa se-Kecamatan Gading. Dalam forum tersebut, para kepala desa menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus usulan pembangunan yang menjadi prioritas di wilayah masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan Camat Gading Erwin Yulianto mengenai kondisi wilayah beserta capaian pembangunan dan berbagai tantangan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Probolinggo turut menyerahkan bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo berupa paket sembako kepada kaum dhuafa serta santunan bagi anak yatim jenjang SD dan SMP dalam rangka memperingati 10 Muharram. Selain itu, diserahkan pula klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan program Ngantor di Kecamatan merupakan sarana efektif untuk membangun komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Setiap kunjungan menjadi kesempatan untuk mengetahui persoalan riil yang dihadapi warga tanpa harus menunggu laporan administratif semata.

“Program ini sudah hampir satu tahun berjalan dan Alhamdulillah sudah terkonsep dengan baik. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengarkan langsung seluruh keluhan dan persoalan yang ada di desa. Sebelum turun ke lapangan, kami bertemu dengan seluruh kepala desa sehingga sudah memiliki gambaran mengenai skala prioritas persoalan di masing-masing desa,” katanya.

Menurut Bupati Haris, pola kerja tersebut membuat pemerintah mampu menyusun langkah penyelesaian yang lebih tepat sasaran karena didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat.

“Setiap pelaksanaan program selalu diawali dengan koordinasi bersama kepala desa untuk memetakan berbagai persoalan yang muncul di masing-masing wilayah. Setelah itu, camat menyampaikan gambaran umum kondisi kecamatan sehingga pemerintah memperoleh data yang lebih komprehensif sebelum melakukan peninjauan lapangan,” jelasnya.

Bupati Haris menilai peran Camat sangat strategis sebagai koordinator wilayah. Oleh sebab itu, setiap camat dituntut memahami karakteristik daerah, mengenali persoalan prioritas serta mampu menghadirkan inovasi dalam penyelesaian berbagai permasalahan pembangunan.

“Seorang Camat harus benar-benar memahami kondisi wilayahnya, mengetahui persoalan yang menjadi prioritas dan memiliki inovasi untuk menyelesaikannya. Semua harus berbasis data sehingga keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Bupati Haris menambahkan, keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun kesepahaman mengenai arah pembangunan di tingkat kecamatan.

“Tokoh masyarakat juga hadir sehingga ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menemukan titik temu dan menyepakati bersama solusi atas berbagai persoalan yang ada di kecamatan. Setelah itu kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya,” tambahnya.

Usai dialog, rombongan dibagi menjadi tiga tim agar peninjauan lapangan dapat menjangkau lebih banyak lokasi dalam waktu yang sama. Tim pertama dipimpin langsung oleh Bupati Haris. Rombongan mengunjungi Dusun Paleran Desa Kaliacar untuk meninjau pohon gamal sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Selanjutnya dilakukan peninjauan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gading Wetan disertai pembinaan kepada pengurus KDMP se-Kecamatan Gading.

Rombongan juga meninjau proses perbaikan SDN Betek Taman 3 yang mengalami kerusakan akibat longsor. Perbaikan sekolah tersebut saat ini ditangani oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

Usai ishoma, Bupati Haris melanjutkan kunjungan ke Dusun Tanah Merah Desa Batur untuk mengikuti kegiatan petik kopi sekaligus melihat proses pengolahan kopi turi yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat. Peninjauan kemudian ditutup dengan kunjungan ke destinasi wisata Rabunan Batur yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

Sementara tim kedua yang dipimpin Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ melakukan peninjauan tera ulang timbangan milik pedagang di Desa Wangkal sebagai upaya menjaga perlindungan konsumen. Kegiatan dilanjutkan dengan melihat pengolahan kopi pinang di Desa Prasi serta menyerahkan bantuan kepada dhuafa terlantar yang selama ini mendapat pendampingan melalui Baznas Kabupaten Probolinggo di Desa Duren.

Usai ishoma, rombongan Wabup Fahmi mengunjungi pelaku UMKM pembuat dandang dan wajan di Desa Dandang guna melihat langsung perkembangan usaha masyarakat sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk lokal.

Adapun tim ketiga dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Hani’ah Fahmi AHZ dan Sekretaris TP PKK Rita Erik Ugas Irwanto. Tim ini meninjau UMKM anyaman tas dan menyerahkan bantuan sosial kepada lansia di Desa Jurangjero.

Dilanjutkan dengan menjenguk pasien anak pasca operasi bibir sumbing di Desa Mojolegi. Serta memantau layanan pemeriksaan IVA, deteksi kanker serviks serta pelayanan KB implant di Puskesmas Wangkal.

Kunjungan juga dilakukan ke pelayanan Posyandu dan menyerahkan bantuan sosial untuk lansia di Desa Sentul. Serta mengikuti senam bersama lansia. Sebelum seluruh rombongan bertemu kembali di kawasan wisata Rabunan Batur.

Melalui program Ngantor di Kecamatan, Pemkab Probolinggo berharap setiap persoalan masyarakat dapat diidentifikasi lebih cepat, diselesaikan secara kolaboratif dan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga di setiap desa. Program ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.

No More Posts Available.

No more pages to load.