Program “Ngantor di Kecamatan” yang digagas Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo kembali berlanjut di Kecamatan Kuripan, Selasa (5/5/2026). Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ingin melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan prioritas pembangunan di wilayah pedesaan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM. serta Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ.
Turut mendampingi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Kegiatan diawali dengan dialog bersama kepala desa di Kantor Kecamatan Kuripan. Dilanjutkan paparan kecamatan dan diskusi bersama Bupati dan Wabup Probolinggo yang diikuti Kepala OPD, Forkopimka, kepala puskesmas, kepala KUA, PLKB, PPL hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Usai diskusi dan dialog, rombongan dibagi menjadi tiga tim. Dimana tim pertama dipimpin Bupati Haris melakukan kunjungan lapangan dengan melakukan pembagian sembako kepada 25 penerima dari Baznas di Balai Desa Jatisari, kunjungan ke Embung Jatisari di Desa Jatisari serta pembagian sembako dari Baznas bagi 25 orang penerima di rumah P. Cipto di Desa Wonoasri.
Setelah ishoma, kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan usaha konveksi Kaos Bromo di rumah P. Bram Desa Wringinanom serta kunjungan ke petani tembakau dan pengrajin rambut palsu (wig) di Desa Menyono. Dalam kunjungan ini Bupati Haris didampingi Ning Marisa.
Sementara tim 2 dipimpin oleh Wabup Fahmi melakukan kunjungan lapangan dengan menghadiri kegiatan Koperasi Koppi Semi dalam rangka penyerahan santunan kepada 10 anak yatim dan masyarakat miskin di Desa Kedawung. Dilanjutkan dengan mengunjungi SMPN 1 Kuripan sekaligus sosialisasi mitigasi bencana di Desa Kedawung. Serta audiensi dan pemberian bantuan pangan di Balai Desa Karangrejo kepada 30 penerima bantuan.
Usai ishoma, kegiatan dilanjutkan audiensi dengan masyarakat Desa Resongo, penyerahan bantuan pangan dan RTLH serta cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Desa Resongo. Cek kesehatan gratis dilaksanakan di Polindes Desa Resongo yang berada satu halaman dengan Kantor desa resongo. Bantuan pangan diberikan kepada 10 penerima.
Sedangkan untuk tim selanjutnya dipimpin oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ. Tim ini melakukan kunjungan posyandu di Desa Kedawung. Kemudian mengunjungi TK Pembina di Desa Kedawung.
Selanjutnya melakukan kunjungan pemasangan implan di Kantor KB Kecamatan Kuripan sekaligus meninjau gedung Puskesmas baru di Desa Kedawung. Untuk kemudian bergabung dengan tim Bupati Haris di rumah P. Cipto di Desa Wonoasri.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan program “Ngantor di Kecamatan” merupakan agenda berkelanjutan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Program ini memang berkelanjutan. Sekarang kita ngantor di Kecamatan Kuripan, salah satu kecamatan yang agak ujung dan mungkin selama ini juga jarang tersentuh. Kita datang langsung, berdiskusi dengan semua elemen masyarakat untuk memetakan kebutuhan yang ada,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Haris menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan penghubung Kecamatan Kuripan dengan wilayah Kabupaten Lumajang yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Kita melihat ada kebutuhan terkait jalan kelus yang menghubungkan dengan Lumajang. Akses jalannya cukup berat, sehingga ke depan sedang kita siapkan pavingisasi. Yang penting jalan itu bisa dilewati dengan layak oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurut Bupati Haris, kegiatan tersebut tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup asesmen sektor ketahanan pangan, sumber air, pendidikan, kesehatan hingga bantuan sosial masyarakat.
“Ini menjadi momen kebersamaan dan komunikasi dengan seluruh stakeholder, termasuk kepala desa. Kita ingin semua melihat langsung kondisi masyarakat dengan mata kepala sendiri, sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Bupati Haris menegaskan hasil dari program “Ngantor di Kecamatan” tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan penentuan prioritas pembangunan di Kecamatan Kuripan ke depan.
“Semua kita rangkai menjadi satu asesmen untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Kecamatan Kuripan, mulai dari jalan mantap, ketahanan pangan, kondisi air, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” pungkasnya.
