kliksurabaya.co.id-Sebanyak 787 orang Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo mengikuti penutupan bimbingan manasik haji massal dan penguatan haji ramah lansia serta tasyakuran pemberangkatan CJH di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (10/6/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo H Samsur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo serta Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kota Kraksaan.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Samsur menyampaikan CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat tanggal 15 Juni 2023 dari Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending sebanyak 787 orang.
“Mereka tergabung dengan Kloter 64 dan Kloter 65. Untuk kloter 65 sebanyak 445 orang dan sisanya akan masuk dalam kloter 64 bergabung dengan jamaah daerah lain plus 5 orang petugas haji. Mudah-mudahan tidak ada yang mengundurkan diri. Semuanya diberikan sehat wal afiat dan diberikan umur panjang oleh Allah SWT,” ujarnya.
Sebelum berkumpul di wisata religius Miniatur Ka’bah, ratusan CJH ini akan diberangkatkan dari 6 (titik) pemberangkatan. Yakni, Masjid Ar-Royyan Kecamatan Tongas dengan 157 jamaah, Masjid Besar Ar Rohmah PTKL Kecamatan Leces dengan 112 jamaah, Masjid Besar At-Tin Mirahandi Kecamatan Gending dengan 84 jamaah, Masjid Besar Baitur Rahman Kecamatan Maron dengan 93 jamaah, Masjid Agung Ar-Raudlah Kecamatan Kraksaan dengan 174 jamaah dan Masjid An-Nur Perum PLN PJB Paiton dengan 169 jamaah.
“Titik kumpul pemberangkatan ini harus ditaati dan diikuti oleh seluruh jamaah. Dilarang keras jamaah langsung ke Miniatur Ka’bah. Karena nantinya akan ditolak dan disuruh bergabung dengan titik pemberangkatannya masing-masing,” terangnya.
Menurut Samsur, jumlah bus yang disiapkan sebanyak 16 bus yang akan dibagi dalam 2 kloter. Jamaah haji akan diberikan tas besar atau koper maksimal isinya 20 kg dan tas tenteng maksimal 7 kg. Koper ini akan diberi ID Card dan stiker untuk pengadministrasiannya.
“Nantinya koper akan dilakukan penimbangan. Koper besar tidak diperkenankan diisi barang yang dilarang. Koper besar harus dikumpulkan di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo mulai 12 hingga 14 Juni 2023,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengatakan kegiatan tasyakuran pemberangkatan CJH ini istiqomah dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Hanya saat terjadi pandemi tahun 2020 dan tahun 2021, ibadah haji dan tasyakuran haji tak bisa terselenggara sebagaimana biasanya. “Alhamdulillah tahun 2022 kemarin, kita dapat kembali melaksanakan ibadah haji dan kembali melanjutkan tradisi tasyakuran yang baik ini,” katanya.
Wabup Timbul mengharapkan kepada seluruh CJH untuk dapat mengkondisikan diri meningkatkan kesabaran dan menata niat secara tulus guna mendapatkan ridho dari Allah SWT, berupaya menjaga kesehatan dengan mengatur makan, minum dan istirahat yang cukup, sehingga mampu menjalankan seluruh kewajiban, rukun serta sunnah ibadah haji.
“Saya harap seluruh calon jamaah haji dapat menjaga dan memperluas ukhuwah islamiyah. Sesama jamaah dalam rombongan adalah keluarga senasib sepenanggungan. Kedepankan kepentingan bersama dan tidak memprioritaskan individualitas,” jelasnya.
Lebih lanjut Wabup Timbul meminta para jamaah agar disiplin mengatur waktu dan mengikuti arahan pembimbing serta petugas haji yang ditunjuk. Perhatikan dan ikuti jadwal dan waktu yang telah ditentukan sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari tanah air hingga tanah suci.
“Budayakan selalu tepat waktu di manapun berada, sehingga keseluruhan jamaah juga dapat tepat waktu dan tidak tertinggal dalam mengikuti jadwal. Saya berpesan agar saat pemberangkatan calon jamaah haji disiplin waktu, mulai dari masing-masing titik pemberangkatan hingga berkumpul dan diberangkatkan bersama-sama di Miniatur Ka’bah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut Wabup Timbul juga menceritakan beberapa pengalaman yang sudah terjadi pada kegiatan haji sebelumnya. Oleh karena itu, calon jamaah haji diminta agar memahami ilmu manasik haji dengan baik. “Semoga calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo senantiasa diberikan kelancaran dan kesehatan mulai dari berangkat hingga tiba kembali di Kabupaten Probolinggo dengan menyandang predikat haji mabrur,” pungkasnya. (rls)







