TP PKK Probolinggo Perkuat Pola Asuh dan Cegah Perkawinan Anak

Redaksi | News
oleh

probolinggo.kliksurabaya-  Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo terus memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman melalui pelatihan simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) serta Cegah Perkawinan Anak (CEPAK) di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/6/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Pokja I TP PKK Kabupaten Probolinggo tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital sekaligus memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Sekretaris II TP PKK Kabupaten Probolinggo Hana Rahmad serta Sekretaris III TP PKK Kabupaten Probolinggo Retno Saiful yang turut menjadi narasumber.

Sebanyak 180 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka terdiri dari pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo, anggota Pokja I hingga Pokja IV, Ketua TP PKK Kecamatan beserta sekretaris serta Ketua Pokja I dan anggota dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pola pengasuhan anak dan remaja di era digital, termasuk strategi membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga serta langkah-langkah pencegahan perkawinan anak. Materi disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, Sekretaris III TP PKK Kabupaten Probolinggo Retno Saiful serta Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rigustina.

Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menegaskan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi oleh keluarga, khususnya dalam mendampingi anak dan remaja.

“Orang tua dan keluarga dituntut memiliki kemampuan untuk mendampingi, membimbing serta mengawasi anak dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat digunakan secara bijak, aman dan bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Ning Marisa, pengasuhan yang tepat menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi yang cerdas, unggul dan berkarakter. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola asuh anak dan remaja perlu terus ditingkatkan agar keluarga mampu menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Selain isu digitalisasi, Ning Marisa juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan perkawinan anak. Perkawinan usia dini masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, kesejahteraan keluarga hingga kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Pencegahan perkawinan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. TP PKK memiliki peran strategis sebagai mitra dalam pemberdayaan keluarga untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat,” jelasnya.

Melalui pelatihan PAAREDI dan CEPAK ini Ning Marisa berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada kader PKK lainnya, keluarga serta masyarakat luas.

“Dengan semakin meningkatnya pemahaman tentang pola asuh anak dan pencegahan perkawinan anak, diharapkan terwujud generasi muda Kabupaten Probolinggo yang sehat, cerdas, berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.